Dalam dunia kredit perbankan, istilah "bankable" bukan sekadar jargon. Sebuah proposal kredit dikatakan bankable ketika bank yakin bahwa debitur memiliki kemampuan nyata untuk melunasi kewajibannya — dan proyeksi cash flow adalah bukti utama keyakinan itu.
Apa itu Cash Flow yang Bankable?
Proyeksi cash flow yang bankable bukan sekadar angka yang "bagus di atas kertas." Ia harus realistis, dapat diverifikasi, dan mencerminkan kondisi bisnis aktual debitur — bukan asumsi optimistis yang tidak berdasar.
Bank akan menilai apakah model yang disajikan masuk akal berdasarkan: historis keuangan 2–3 tahun terakhir, kondisi industri dan pasar, kapasitas produksi dan operasional, serta struktur biaya yang realistis.
Struktur Model Cash Flow di Excel
Model proyeksi cash flow yang solid terdiri dari tiga bagian utama:
- 1.Input & Asumsi — sheet terpisah berisi semua asumsi (growth rate, margin, COGS ratio) yang bisa diubah tanpa merusak formula
- 2.P&L Projection — proyeksi laba rugi 3–5 tahun ke depan berdasarkan asumsi yang telah ditetapkan
- 3.Cash Flow Statement — arus kas operasional, investasi, dan pendanaan yang menunjukkan kemampuan bayar nyata
Tips Praktis agar Model Anda Bankable
- —Selalu mulai dari data historis — proyeksi tanpa historis adalah spekulasi
- —Buat tiga skenario: base case, optimis, dan pesimis
- —Gunakan Data Table Excel untuk sensitivity analysis otomatis
- —Pisahkan asumsi dari formula — jangan hardcode angka di dalam formula
- —DSCR (Debt Service Coverage Ratio) harus muncul dengan jelas — ini yang pertama dilihat analis bank
Topik ini dibahas secara mendalam di program Excel 365 Certification Level 3 — Advanced Analyst InDeo Institute.