Credit scoring tidak selalu membutuhkan sistem yang kompleks atau software mahal. Dengan Excel, Anda bisa membangun scoring model yang fungsional, transparan, dan mudah dijelaskan kepada komite kredit — dalam satu hari kerja.
Mengapa Scoring Model Sederhana Itu Penting?
Untuk BPD, BPR, dan lembaga keuangan dengan volume kredit menengah, scoring model yang sederhana seringkali lebih efektif daripada model statistik yang kompleks — karena lebih mudah dipahami, diaudit, dan dijelaskan secara regulasi.
Komponen Dasar Scoring Model di Excel
Scoring model berbasis Excel yang solid memiliki empat komponen:
- 1.Variabel Penilaian — pilih 5–10 kriteria yang paling relevan: capacity (DSCR), capital (equity ratio), collateral, character (historis kredit), dan conditions
- 2.Skala & Bobot — tentukan skala nilai (1–5 atau 1–10) dan bobot per variabel sesuai kebijakan kredit institusi
- 3.Kalkulasi Skor — gunakan SUMPRODUCT untuk menghitung weighted score secara otomatis
- 4.Klasifikasi Risiko — gunakan IFS atau nested IF untuk mengklasifikasikan: Low / Medium / High Risk berdasarkan total skor
Formula Kunci: SUMPRODUCT
Di mana B3:B12 adalah nilai per kriteria dan C3:C12 adalah bobot masing-masing. Hasilnya adalah weighted average score yang langsung bisa diklasifikasikan.
Tips Implementasi
- —Gunakan dropdown validation untuk input nilai — hindari angka bebas yang rawan error
- —Tambahkan conditional formatting: merah untuk high risk, kuning medium, hijau low
- —Buat sheet "Panduan Penilaian" yang mendefinisikan kriteria setiap nilai
- —Protect formula cells — hanya input cells yang bisa diubah user
Topik ini dibahas lengkap di Excel 365 Certification Programme InDeo Institute — Level 2 Practitioner hingga Level 3 Advanced Analyst.